Konflik Horizontal Harus Diredam, Jangan Sampai Dimanfaatkan Pihak Tak Bertanggung Jawab
- account_circle Redaksi
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAJALAHMERAHPUTIH.COM – Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI Hasbiallah Ilyas meminta aparat kepolisian memperkuat pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menyusul bentrokan antar kelompok warga di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, yang menewaskan satu orang. Menurutnya, langkah cepat diperlukan untuk mencegah konflik meluas dan memicu aksi balasan.
“Konflik horizontal ini harus segera diredam agar tidak semakin meluas dan menimbulkan korban jiwa maupun kerugian yang lebih besar. Kami meminta aparat kepolisian memperkuat kamtibmas, terutama di wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi aksi balasan,” ujar Hasbi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Bentrokan yang terjadi di Jalan Tambak I, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, pada Ahad (26/7/2026) itu dipicu perselisihan di sebuah kedai makan. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, sejumlah warga luka-luka, serta beberapa kendaraan dibakar.
Hasbi menegaskan, penguatan kamtibmas menjadi langkah penting untuk mencegah konflik berkembang menjadi lebih luas. Ia mengingatkan, konflik horizontal yang tidak segera ditangani dapat memicu aksi balas dendam, mengganggu aktivitas masyarakat, menurunkan rasa aman, hingga berdampak pada kegiatan ekonomi dan pelayanan publik.
“Memperkuat kamtibmas harus menjadi prioritas. Kami tidak ingin ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk memperkeruh keadaan, memprovokasi masyarakat, atau memicu konflik di wilayah lain,” tegas legislator Fraksi PKB tersebut.
Ia mendorong kepolisian meningkatkan patroli di wilayah rawan, memperkuat deteksi dini, serta mengedepankan pendekatan persuasif melalui tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda. Menurutnya, penyelesaian konflik tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga perlu diiringi dialog dan rekonsiliasi agar ketegangan tidak berlanjut.
Hasbi juga mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi, terutama oleh informasi yang belum terverifikasi di media sosial. Ia meminta seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga kondusivitas lingkungan dan menyerahkan proses penegakan hukum kepada aparat.
“Jangan mudah diadu domba atau terpancing provokasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Jika ada persoalan, diselesaikan melalui dialog dan serahkan proses penegakan hukum kepada aparat yang berwenang,” pungkasnya.
- Penulis: Redaksi
