IPOC 2025 Tegaskan Peran Strategis Indonesia dalam Industri Sawit Dunia, Torehkan Rekor
- account_circle Muha
- calendar_month Kam, 13 Nov 2025

Majalahmerahputih.com-Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) kembali menegaskan posisinya sebagai forum strategis utama bagi kemajuan industri kelapa sawit Indonesia. Sebagai ajang tahunan bergengsi yang menjadi acuan arah kebijakan dan prospek industri sawit, baik di tingkat nasional maupun global, IPOC terus memperkuat perannya sebagai barometer sektor kelapa sawit dunia.
Konferensi yang digelar di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (13/11/2025) ini menghadirkan pembicara internasional, pengambil kebijakan, serta tokoh-tokoh penting di sektor agribisnis dan energi terbarukan, menjadikannya wadah strategis bagi pelaku industri sawit untuk bertukar gagasan dan memperluas jejaring.
“Antusiasme untuk acara tahun ini sungguh luar biasa,” ujar Ketua Panitia IPOC ke-21, Mona Surya, dalam sambutannya.
Mona menjelaskan bahwa tahun ini terjadi peningkatan signifikan dalam partisipasi sponsor. Sebanyak 38 perusahaan besar mendukung penyelenggaraan konferensi, sementara 113 stan pameran terisi penuh, menampilkan berbagai inovasi terbaru di sektor sawit.
Tak hanya itu, IPOC 2025 juga mencatat rekor baru jumlah peserta, yakni 1.545 orang dari 28 negara, mencerminkan kuatnya daya tarik dan vitalitas industri kelapa sawit Indonesia di mata dunia.
Selain menjadi ajang berbagi pengetahuan, IPOC juga berfungsi sebagai sarana memperkuat jejaring bisnis. Seperti tahun-tahun sebelumnya, konferensi ini dilengkapi dengan berbagai kegiatan networking untuk mendorong kolaborasi antarpelaku usaha, mulai dari turnamen golf persahabatan, bincang santai sambil menikmati koktail, hingga acara networking night yang diiringi hiburan. Seluruh kegiatan dirancang untuk membuka peluang kemitraan dan memperluas kerja sama bisnis di sektor sawit.
Tahun ini, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengusung tema “Navigating Complexity, Driving Growth: Governance, Biofuel Policy, and Global Trade.” Menurut Mona, tema tersebut mencerminkan situasi aktual industri sawit nasional yang tengah menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.
“Industri sawit saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan seperti fluktuasi harga, perlambatan produksi di daerah penghasil utama, serta hambatan perdagangan internasional seperti kebijakan European Union Deforestation Regulation (EUDR),” jelas Mona.
Melalui forum ini, para pemangku kepentingan diharapkan dapat memperoleh pandangan komprehensif dan proyeksi jangka panjang mengenai arah kebijakan, pasar global, serta prospek harga minyak sawit dunia.
Dengan catatan kehadiran peserta dan dukungan yang terus meningkat, IPOC 2025 sekali lagi membuktikan bahwa Indonesia tetap menjadi pemain kunci dan pusat perhatian industri kelapa sawit global, sekaligus penggerak utama dalam mewujudkan tata kelola sawit berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.
- Penulis: Muha

