Motor Brebet Setelah Isi Pertalite, Warga Rembang Dapat Ganti Rugi dan Pertamax Full Tangki
- account_circle Muha
- calendar_month Kam, 6 Nov 2025

majalahmerahputih.com— Seorang warga di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, berhasil mendapatkan ganti rugi dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setelah sepeda motornya mengalami masalah usai mengisi BBM jenis Pertalite.
Warga yang enggan disebutkan namanya itu mengaku mengalami motor “brebet-brebet” atau tarikan gas tidak stabil setelah mengisi Pertalite di SPBU PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ), yang berada di jalur Pantura timur Rembang, dekat gerbang masuk kota.
“Setelah motor brebet-brebet, saya bawa ke bengkel. Saya minta ganti rugi ke SPBU dengan membawa struk pembelian, sampel Pertalite, dan nota servis motor,” ujar warga tersebut, Selasa (4/11/2025).
Ia menjelaskan, setelah diverifikasi, pihak SPBU bersedia memberikan ganti rugi biaya servis sebesar Rp181 ribu serta pengganti BBM Pertamax full tangki.
“Jadi syarat saya lengkap — ada struk, saya bawa sampel Pertalite-nya. Selain biaya perbaikan diganti, saya juga dikasih Pertamax full tangki,” tambahnya.
Manajer SPBU PT RBSJ, M. Syafi’, membenarkan bahwa pihaknya telah memberikan kompensasi kepada dua pelanggan yang melaporkan kendaraannya bermasalah setelah mengisi Pertalite.
“Karena syaratnya terpenuhi, ada struk, mekanik bengkelnya mau tanda tangan, dan motor benar-benar rusak. Biaya perbaikan kita ganti, dan motor diberi Pertamax full tangki. Yang mengganti nanti Pertamina, kita klaimkan ke sana,” jelas Syafi’.
Ia menegaskan, semua laporan ditindaklanjuti dengan berita acara resmi yang ditandatangani oleh konsumen, pihak SPBU, dan mekanik bengkel.
Syafi’ menambahkan, fenomena motor brebet itu terjadi pada 26–27 Oktober 2025, tak lama setelah SPBU menerima pasokan Pertalite dari depot Pertamina Tuban, Jawa Timur pada 25 Oktober.
Setelah laporan muncul, pasokan sementara dialihkan dari depot Pertamina Semarang untuk memastikan kualitas BBM yang diterima aman.
“Sekarang sudah normal lagi, dikirim dari depot Tuban. Sudah nggak ada komplain,” tegasnya.
Menariknya, setelah kasus tersebut, penjualan Pertamax di SPBU RBSJ melonjak tajam. Banyak warga Rembang memilih beralih dari Pertalite ke Pertamax yang dinilai lebih stabil dan bersih.
“Sebelumnya Pertamax cuma laku sekitar 2 ribu liter per hari. Sekarang bisa sampai 3 ribu liter atau lebih. Lonjakannya luar biasa,” ujar Syafi’.
Kasus di Rembang ini menambah daftar keluhan masyarakat terhadap kualitas bahan bakar Pertalite di sejumlah daerah. Pengamat energi menilai, Pertamina perlu memperkuat pengawasan rantai distribusi BBM, terutama di jalur Pantura yang menjadi jalur vital logistik dan transportasi antarkota.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Pertamina Regional Jawa Tengah & DIY belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab dugaan gangguan kualitas Pertalite di SPBU Rembang tersebut.
- Penulis: Muha

