Perkuat Data Kontribusi Perempuan terhadap Ekonomi, Kemen PPPA, BPS, dan PT PNM Bersinergi dalam Sensus Ekonomi 2026
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAJALAHMERAHPUTIH.COM – Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti dan Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Kindaris meresmikan Kolaborasi BPS, Kemen PPPA, dan PT PNM terkait Sensus Ekonomi 2026. Melalui kolaborasi ini, seluruh perempuan nasabah PNM Mekaar akan menjadi target Sensus Ekonomi 2026. Langkah ini diambil untuk menyediakan data komprehensif demi memperkuat perlindungan dan pemberdayaan perempuan.
“Melalui sensus ekonomi ini kita bisa menghadirkan gambaran yang lebih utuh mengenai aktivitas ekonomi masyarakat Indonesia, khususnya perempuan. Selain itu, sensus ini juga bisa digunakan untuk mengidentifikasi kontribusi perempuan pelaku usaha yang selama ini belum tercatat secara optimal. Adanya pendataan yang detail ini, kita berharap akan menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran, inklusif, dan responsif gender,” ujar Menteri PPPA.
Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Agustus 2025, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan masih berada di bawah TPAK laki-laki, yaitu 56,63 persen sementara laki-laki 84,40 persen. Menteri PPPA menyampaikan kondisi ini menunjukkan masih adanya hambatan yang dihadapi perempuan dalam memperoleh akses terhadap pekerjaan yang layak, pengembangan usaha, dan peningkatan kapasitas. Di sisi lain, banyak kontribusi perempuan yang selama ini belum terlihat karena adanya beban ganda dan kurangnya pengakuan terhadap pekerjaan perempuan di sektor informal, termasuk di bidang ekonomi perawatan maupun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Kita harus bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 karena keberhasilan sensus bukan hanya tanggung jawab petugas atau BPS saja. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Saya berharap kolaborasi Kemen PPPA, BPS, dan PT PNM ini bisa diperkuat untuk merajut kebersamaan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan untuk menuju Indonesia Emas 2045,” tutur Menteri PPPA.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA bersama Kepala BPS dan Direktur Utama PT PNM menyapa para nasabah PNM Mekaar di wilayah Jakarta secara luring serta wilayah Bandung, Subang, Malang, dan beberapa wilayah lainnya secara daring. Menteri PPPA pun berpesan kepada para perempuan nasabah PNM Mekaar untuk memberikan informasi yang lengkap, jujur, dan akurat kepada petugas sensus. Menurut Menteri PPPA, keterbukaan informasi sangat penting untuk memberikan gambaran nyata tentang kerja keras, ketekunan, dan kontribusi perempuan Indonesia dalam menggerakkan ekonomi keluarga serta menopang perekonomian bangsa.
“Kami mengimbau perempuan nasabah PNM Mekaar untuk memberikan informasi yang lengkap kepada petugas sensus supaya kita mendapatkan data yang akurat sebagai gambaran nyata kerja keras perempuan Indonesia. Jadi apa yang dilakukan ibu-ibu tercatat dan terlihat bahwa berkontribusi secara luar biasa dalam pembangunan Indonesia,” kata Menteri PPPA.
Selain itu, Menteri PPPA juga memberikan apresiasi atas pendampingan yang dilakukan Account Officer PT PNM kepada para perempuan pelaku usaha. “Posisi yang sangat strategis dari account officer inilah yang akan memperkuat perempuan-perempuan Indonesia di bawah naungan PT PNM. Kemudian untuk para petugas sensus, kita berharap semuanya bisa menghadirkan data yang akurat dan menyeluruh sebagai fondasi dari kebijakan pembangunan,” imbuh Menteri PPPA.
Kepala BPS, Amalia memaparkan berdasarkan data Sakernas pada Agustus 2025, 36,32 persen perempuan di Indonesia bekerja dengan status berusaha dan jumlahnya terus meningkat. Bahkan, selama 2021-2025, jumlah Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diterbitkan untuk pelaku usaha perempuan mendominasi sebanyak 58,68 persen atau 7,99 juta.
“Data yang kami peroleh dari PT PNM menunjukkan 15,6 juta nasabah PNM Mekaar juga berperan dalam menggerakkan ekonomi Indonesia. Oleh sebab itu, jangan sampai usaha dan jerih payah perempuan nasabah PNM Mekaar terlewat tercatat. Di saat perempuan nasabah PNM Mekaar tercatat dengan baik, maka mereka memiliki suara untuk kebijakan ekonomi yang lebih baik ke depan,” kata Amalia.
Lebih lanjut Amalia menyebutkan, PT PNM telah menyelesaikan pengisian Sensus Ekonomi 2026, baik kantor pusat, 58 kantor cabang, dan juga 4.200 kantor unit. Menurut Amalia, Sensus Ekonomi 2026 dapat memberikan dampak positif bagi para perempuan nasabah PNM Mekaar, seperti akses kredit, informasi pasar, dan pelatihan yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan.
Melalui program PNM Mekaar, PT PNM telah melayani lebih dari 23 juta nasabah yang seluruhnya merupakan perempuan pengusaha ultramikro. Jumlah ini tersebar di 3.726 desa dan kelurahan, 3.065 kecamatan, 456 kota/kabupaten, di 36 provinsi, hingga wilayah-wilayah terpencil di seluruh Indonesia. Menurut Direktur Utama PT PNM, Kindaris semakin luas jangkauan sosialisasi dan semakin tinggi partisipasi masyarakat dalam Sensus Ekonomi 2026, semakin kuat pula data yang akan menjadi pijakan pembangunan ekonomi nasional.
“Kami berharap Sensus Ekonomi 2026 mampu menghadirkan potret yang semakin akurat mengenai peran perempuan dalam perekonomian nasional, agar dapat menjadi acuan PT PNM dalam merumuskan program yang semakin berpihak pada perlindungan, pemberdayaan, akses pembiayaan, hingga meningkatkan kapasitas perempuan masyarakat ultramikro. Saya mengajak seluruh insan PT PNM, mulai dari kantor pusat, regional, cabang, hingga seluruh account officer di lapangan untuk mendukung sosialisasi Sensus Ekonomi 2026,” pungkas Kindaris.
- Penulis: Redaksi
