PNM Angkat Derajat Lulusan SMA/SMK, Jadi Agen Pemberdayaan Wong Cilik di Seluruh Nusantara
- account_circle Muha
- calendar_month Sen, 3 Nov 2025

majalahmerahputih.com-Di tengah meningkatnya angka pengangguran di kalangan muda, terutama lulusan SMA dan SMK, langkah konkret untuk membuka peluang kerja menjadi kebutuhan mendesak.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 mencatat, tingkat pengangguran terbuka di kelompok usia muda (15–24 tahun) masih mendominasi dengan lebih dari 6 juta jiwa belum memiliki pekerjaan tetap. Namun, di tengah tantangan itu, ada satu BUMN yang justru menjadikan persoalan sosial ini sebagai peluang pemberdayaan nyata — yakni PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Perusahaan pelat merah yang berfokus pada pembiayaan dan pendampingan usaha mikro ini kini mempekerjakan puluhan ribu Account Officer (AO) aktif di seluruh Indonesia. Menariknya, mayoritas AO tersebut adalah pemudi lulusan SMA dan SMK.
Mereka tidak hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi juga kesempatan menempuh pendidikan tinggi melalui program beasiswa kuliah sarjana gratis yang disediakan oleh PNM. Langkah ini menjadi terobosan penting, mengingat lulusan SMA/SMK kerap kali menghadapi kesulitan dalam menembus dunia kerja formal.
PNM meyakini bahwa setiap pemuda, dari latar belakang apa pun, memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan di masyarakat.
Lebih dari sekadar mencari nafkah, para AO PNM berperan sebagai pemberdaya sesama, khususnya ibu-ibu prasejahtera yang akrab disebut “Wong Cilik”. Mereka hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan akses modal, pendampingan usaha, dan dorongan agar para ibu tangguh itu mampu keluar dari jerat kemiskinan.
Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, mengungkapkan bahwa hingga kini PNM telah melayani 22,7 juta nasabah aktif di seluruh Indonesia. Artinya, ada 22,7 juta keluarga yang telah diberdayakan melalui pembiayaan dan pendampingan usaha oleh para AO PNM.
“Ini bukti nyata bahwa para AO PNM adalah roda pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Mereka bukan hanya bekerja, tetapi ikut menggerakkan perubahan sosial dari akar rumput,” ujar Arief.
Dengan peran besar para AO yang menjangkau hingga pelosok negeri, langkah PNM dinilai bukan hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga membangun perubahan sosial yang berkelanjutan.
Dari tangan para pemudi lulusan SMA dan SMK inilah tumbuh semangat baru — bahwa pemberdayaan tidak selalu lahir dari gedung-gedung tinggi di kota besar, tetapi bisa bermula dari rumah sederhana di desa-desa, oleh mereka yang setiap hari hadir untuk mendengar, mendampingi, dan menumbuhkan harapan masyarakat kecil.
Di pundak mereka, visi PNM untuk membangun ekonomi kerakyatan bukan sekadar slogan, melainkan gerakan nyata yang menyalakan harapan di jutaan rumah tangga Wong Cilik di seluruh Indonesia.
- Penulis: Muha

