Berita Terkini
light_mode
Beranda » Ekonomi » PNM Perkuat Pemberdayaan Perempuan Ultra Mikro, Dorong Jutaan Nasabah Naik Kelas

PNM Perkuat Pemberdayaan Perempuan Ultra Mikro, Dorong Jutaan Nasabah Naik Kelas

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dok. Istimewa.

MAJALAHMERAHPUTIH.COM, JAKARTA — PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan pelaku usaha ultra mikro, melalui akses pembiayaan dan pendampingan usaha yang berkelanjutan.

Melalui program PNM Mekaar, perusahaan menghadirkan akses permodalan yang disertai berbagai kegiatan pemberdayaan untuk membantu nasabah meningkatkan kapasitas usaha, memperluas peluang ekonomi, dan membangun kemandirian finansial.

Upaya tersebut tercermin dalam capaian PNM sepanjang Semester I 2026. Berdasarkan publikasi perusahaan, hingga Juni 2026 PNM menyalurkan pembiayaan sebesar Rp32,3 triliun kepada 12,4 juta nasabah aktif PNM Mekaar.

Selain pembiayaan, PNM juga memperkuat pendampingan melalui pelatihan usaha, literasi keuangan, pengembangan kelompok nasabah, serta kegiatan promosi produk. Pendekatan ini menjadi bagian penting dalam membantu pelaku usaha ultra mikro menghadapi tantangan pengelolaan usaha dan mengembangkan potensi bisnisnya.

Sepanjang Semester I 2026, PNM menyelenggarakan 26.776 kegiatan pemberdayaan dengan total 723.883 peserta. Sementara itu, sejak 2022 hingga Juni 2026, sebanyak 2.961.104 nasabah tercatat berhasil naik kelas.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada ketersediaan modal, tetapi juga peningkatan kemampuan dan akses pengembangan usaha.

Bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro, dukungan pembiayaan dan pendampingan memiliki arti strategis. Usaha yang dikelola secara mandiri dapat menjadi sumber pendapatan keluarga sekaligus membuka peluang untuk memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

Karena itu, keberhasilan program pemberdayaan perlu terus diikuti dengan penguatan kualitas pendampingan, perluasan akses pasar, peningkatan literasi keuangan, serta pengelolaan usaha yang berkelanjutan.

Sebagai lembaga pembiayaan yang berfokus pada segmen ultra mikro, PNM memiliki peran penting dalam memperluas inklusi keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Konsistensi perusahaan dalam menjangkau masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan kelompok usaha yang selama ini memiliki keterbatasan akses memperoleh kesempatan berkembang.

Ke depan, tantangan PNM tidak hanya mempertahankan jangkauan pembiayaan, tetapi juga memastikan semakin banyak nasabah mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, dan mengembangkan usaha secara mandiri.

Dengan mengintegrasikan pembiayaan dan pemberdayaan, PNM diharapkan terus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan serta mendorong perempuan Indonesia mengambil peran lebih besar dalam pembangunan ekonomi nasional. (MMP)

  • Penulis: Redaksi
expand_less