Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Sulawesi Selatan Raih Penghargaan Nasional dalam Penurunan Stunting 2025

Sulawesi Selatan Raih Penghargaan Nasional dalam Penurunan Stunting 2025

  • account_circle Muha
  • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
Dok. Pemprov Sulsel

Majalahmerahputih.com-Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 yang digelar di Auditorium J. Leimena, Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan RI, Rabu (12/11/2025), Sulsel dinobatkan sebagai salah satu dari tiga provinsi terbaik dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mewakili pemerintah pusat kepada Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, disaksikan langsung oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

Rakornas yang mengusung tema “Mengukuhkan Komitmen Bersama untuk Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting” ini turut dihadiri oleh Menteri Kesehatan, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji, serta sejumlah kepala daerah dari seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah pusat juga menyerahkan Alokasi Insentif Fiskal Tahun Anggaran 2025 untuk kategori percepatan penurunan stunting. Provinsi Sulawesi Selatan menerima insentif sebesar Rp6,96 miliar setelah dinilai berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan sepanjang 2023–2024.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Sulawesi Selatan turun 4,1 persen, dari 27,4 persen pada 2023 menjadi 23,3 persen pada 2024. Capaian tersebut menempatkan Sulsel sebagai provinsi dengan penurunan stunting tertinggi kedua secara nasional, di bawah Jawa Barat.

Selain penghargaan institusional, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman juga menerima penghargaan sebagai Kepala Daerah Selaku Tim Pengendali Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) tingkat provinsi.

Pelaksana Tugas Kepala Bappelitbangda Sulsel, Iqbal Najamuddin, menyampaikan bahwa prestasi ini merupakan hasil kerja sama dan sinergi lintas sektor di daerah.

“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kerja sama antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat di Sulsel berjalan efektif,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sulsel, Ishaq Iskandar, menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah.

“Pemerintah menempatkan penurunan stunting sebagai prioritas nasional. Target kami sejalan dengan RPJMN 2025–2029, yaitu menurunkan prevalensi menjadi 14,2 persen pada 2029 dan 5 persen pada 2045,” jelas Ishaq.

Kepala BKKBN RI, Wihaji, turut memberikan apresiasi atas capaian Provinsi Sulawesi Selatan.

“Sulawesi Selatan menunjukkan penurunan stunting yang nyata. Keberhasilan ini mencerminkan kepemimpinan yang konsisten dalam menjalankan program Bangga Kencana dan Quick Wins,” ujarnya.

Program-program unggulan seperti GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), dan GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) menjadi bagian dari strategi terintegrasi BKKBN untuk mempercepat penurunan stunting di daerah.

Dengan capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan semakin optimistis dapat mencapai target nasional penurunan stunting di bawah 14 persen pada 2025. Melalui pendekatan berbasis keluarga, edukasi gizi, dan penguatan sanitasi, Pemprov Sulsel berkomitmen mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan siap menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

  • Penulis: Muha
Tags
expand_less