Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Prabowo Bertemu Ignasius Jonan di Istana, Bahas Program Pemerintah dan Polemik Kereta Cepat Whoosh

Prabowo Bertemu Ignasius Jonan di Istana, Bahas Program Pemerintah dan Polemik Kereta Cepat Whoosh

  • account_circle Muha
  • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
Dok. Istimewa

majalahmerahputih.com— Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (3/11/2025) sore. Pertemuan yang berlangsung tertutup selama hampir dua jam ini sempat dikaitkan publik dengan polemik Kereta Cepat Jakarta–Bandung Whoosh yang tengah ramai dibicarakan.

Namun, seusai pertemuan, Jonan membantah bahwa pembicaraan dengan Presiden Prabowo membahas proyek kereta cepat tersebut.

“Enggak, saya enggak diminta masukan kok soal itu,” ujar Jonan kepada wartawan usai keluar dari kompleks Istana, Senin malam.

Jonan mengatakan, dirinya hadir ke Istana bukan dalam kapasitas sebagai mantan pejabat, melainkan sebagai warga negara biasa yang diajak berdiskusi mengenai sejumlah program prioritas pemerintahan Prabowo–Gibran, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), dan Sekolah Rakyat.

“Itu misalnya MBG, ada Kopdes Merah Putih, lalu Sekolah Rakyat. Multiplier effect ekonominya menurut saya secara perlahan akan tumbuh. Kalau diminta sempurna dari awal, mungkin tidak mungkin,” ungkap Jonan.

Berbeda dengan pernyataan Jonan, Presiden Prabowo justru membenarkan bahwa pertemuan tersebut juga menyinggung soal Kereta Cepat Whoosh.

“Ya, kita bicara, selalu,” kata Prabowo saat menjawab pertanyaan wartawan di sela peresmian Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Prabowo menjelaskan, dirinya memanggil Jonan ke Istana untuk bertukar pandangan dalam banyak hal, termasuk infrastruktur strategis nasional.

“Kita tukar-menukar pandangan. Beliau, saya kira, tokoh bangsa. Jadi, saya senang selalu ketemu dan tukar pandangan,” ujar Prabowo.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). AHY mengatakan, sesi pertemuannya dengan Prabowo memang berbeda dengan Jonan, namun salah satu topik yang dibahas adalah utang proyek Kereta Cepat Whoosh.

Ignasius Jonan dikenal sebagai sosok yang berperan besar dalam awal terbentuknya proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung pada masa pemerintah Presiden Joko Widodo. Saat menjabat sebagai Menteri Perhubungan (2014–2016), Jonan sempat terlibat dalam pembahasan tender proyek yang kala itu mempertemukan dua penawaran besar: Jepang dan China.

Pada saat itu, Jepang mengajukan nilai proyek sebesar US$6,2 miliar dengan studi kelaikan yang sudah dilakukan sejak 2014. Jepang menjanjikan kereta berkecepatan 320 km/jam dalam waktu lima tahun.
Sementara itu, China tiba-tiba mengajukan tawaran dengan nilai proyek US$5,5 miliar dan menjanjikan kecepatan 350 km/jam dalam waktu dua tahun.

Meski sempat alot, China akhirnya keluar sebagai pemenang dan proyek dikerjakan oleh konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Jonan kala itu menegaskan sembilan syarat utama agar proyek tetap berjalan sesuai prinsip kehati-hatian, salah satunya adalah tidak menggunakan dana APBN.

Skema pembiayaan proyek pun disepakati: 75 persen melalui pinjaman dari China Development Bank (CDB) dan 25 persen berasal dari ekuitas konsorsium Indonesia–China.

Dalam beberapa pekan terakhir, polemik mengenai utang proyek Kereta Cepat Whoosh kembali menjadi sorotan publik. Beberapa kalangan mempertanyakan besaran kewajiban finansial pemerintah dan efektivitas pengelolaan proyek pasca-operasional komersial penuh.

Pertemuan antara Prabowo dan Jonan disebut-sebut sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mengevaluasi keberlanjutan proyek strategis nasional, meski Jonan sendiri menegaskan tidak memberikan masukan teknis terkait Whoosh.

  • Penulis: Muha
expand_less