Berita Terkini
light_mode
Beranda » Nasional » Transformasi PAM JAYA: Menuju Jakarta 100 Persen Akses Bersih dan Berkelanjutan

Transformasi PAM JAYA: Menuju Jakarta 100 Persen Akses Bersih dan Berkelanjutan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 3 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dok. PAM JAYA

MAJALAHMERAHPUTIH.COM – Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya (PAM JAYA), memastikan air yang didistribusikan kepada pelanggan mematuhi standar kesehatan yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 2 Tahun 2023 dengan pengawasan rutin di 723 titik sampling yang tersebar di wilayah pelayanan. Sementara dalam menjaga agar air mengalir tanpa henti selama 24 jam, PAM JAYA melakukan pemantauan operasional berkelanjutan.

Selain itu, menerapkan proses digitalisasi dan menggunakan sistem Integrated Command Center yang memungkinkan pemantauan distribusi di wilayah DKI Jakarta secara real-time untuk mempercepat penanganan gangguan.

Tidak kalah pentingnya, perluasan jaringan perpipaan terus dikebut melalui strategi percepatan (extra effort). Saat ini–per 18 Februari 2026–cakupan layanan PAM JAYA telah mencapai 81,11% dari total wilayah dan penduduk Jakarta, dengan jumlah pelanggan menembus angka 1.183.669. Angka ini merupakan wujud nyata perluasan akses air bersih untuk warga ibu kota.

Guna meningkatkan kualitas layanan, PAM JAYA menerapkan transformasi digital dan inovasi infrastruktur untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan. Inovasi utamanya meliputi aplikasi LAPOR PAM, Layanan Cepat 1 Jam, program Kartu Air Sehat (KAS), Reservoir Komunal, serta sistem ERP FUSION dan teknologi pengolahan air mutakhir demi kenyamanan pelanggan.

Namun, ketergantungan Jakarta pada pasokan air baku dari daerah sekitar sangatlah tinggi. Untuk mengamankan suplai, PAM JAYA melakukan kolaborasi pemerintah daerah lain dan pihak swasta melalui skema kemitraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pembangunan instalasi pengolahan air (IPA), serta interkoneksi jaringan.

Indikator keberhasilan yang dipegang oleh PAM JAYA meliputi beberapa parameter penting, diantaranya: peningkatan cakupan layanan perpipaan dan kepuasan pelanggan, optimalisasi kualitas dan kontinuitas distribusi air, penurunan tingkat kebocoran serta pengaduan, dan perbaikan kinerja keuangan serta tata kelola perusahaan yang semakin sehat.

Dalam upaya mencapai target tersebut, PAM JAYA dihadapkan pada  dua sisi, yaitu teknis dan nonteknis. Dari sisi teknis, memastikan layanan air bersih yang andal dan merata bagi seluruh warga Jakarta–seiring tahapan pemenuhan target 100% cakupan layanan air minum perpipaan pada 2029–di tengah kondisi jaringan lama dan kebutuhan infrastruktur yang terus berkembang.

Sedangkan dari sisi nonteknis, PAM JAYA perlu memperkuat kesiapan organisasi, mulai dari peningkatan kapasitas operasional, adaptasi terhadap sistem digital, hingga penguatan budaya kerja yang lebih responsif dan berorientasi pada pelayanan.

Untuk mengatasi kendala itu, PAM JAYA menjalankan strategi percepatan pembangunan infrastruktur perpipaan. Berikutnya, memperkuat kapasitas operasional, mendorong transformasi digital, serta membangun kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menciptakan layanan yang konsisten dan berkelanjutan.

Bagi PAM JAYA, penyediaan air perpipaan tidak akan sukses tanpa partisipasi aktif dari warga. PAM JAYA berharap masyarakat dapat menggunakan air perpipaan secara bijak tanpa pemborosan dan beralih sepenuhnya dari penggunaan air tanah. Masyarakat juga diimbau menggunakan fasilitas ground tank atau toren sebagai cadangan untuk menjaga keberlanjutan pasokan air rumah tangga sekaligus mencegah penurunan muka tanah di Jakarta.

Karena itu, PAM JAYA mengimbau warga beralih dari air tanah ke air perpipaan guna mencegah krisis lingkungan. Layanan ini menjamin kesehatan keluarga dan membatasi eksploitasi air tanah yang memicu penurunan permukaan Jakarta. Mari wujudkan kelestarian kota dengan beralih ke jaringan air perpipaan.  (MP).

  • Penulis: Redaksi
expand_less