Menag Soroti Tantangan “Multiple Shock” di Era Digital
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
- print Cetak

MAJALAHMERAHPUTIH.COM – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa Indonesia saat ini sedang menghadapi kondisi “multiple shock” akibat kemajuan teknologi yang datang lebih cepat dari kesiapan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan bertajuk Penguatan Kinerja ASN Kementerian Agama yang merupakan serangkaian kegiatan kunjungan Menag di Palu, Rabu (1/3/2026).
Kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), chip, dan internet yang kini merambah hingga ke saku generasi muda dinilai memicu technological shock yang berdampak pada theological shock. Masyarakat mengalami pergeseran pemahaman keagamaan yang sangat cepat, dari teologi tradisional menuju pemikiran yang lebih rasional namun sering kali kehilangan landasan akidah yang kokoh.
“Munculnya technological shock yang merembet menjadi theological shock, di mana fondasi keagamaan masyarakat bergeser dari tradisional (Asy’ariyah) menuju pemikiran yang terlalu rasional dan liberal,” sebut Menag.
Menag menekankan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah posisi umat yang terjepit di antara radikalisme dan liberalisme. Selain itu, kemajuan teknologi informasi telah membawa masyarakat masuk ke era post-truth, sebuah masa di mana kebenaran tidak lagi definitif karena sering kali dikalahkan oleh opini publik, kekuatan media, dan modal politik.
- Penulis: Redaksi
