Transformasi Energi Dimulai, PLN Enjiniring Siapkan Perencanaan Proyek PLTS Mentari Nusantara I 1,225 GW
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAJALAHMERAHPUTIH.COM – Jakarta – Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Mentari Nusantara I berkapasitas 1,225 gigawatt resmi diluncurkan melalui skema pengadaan terintegrasi GIGA ONE sebagai langkah percepatan transisi energi nasional. Dalam proyek ini, PLN Enjiniring berperan pada fase awal pengembangan untuk memastikan kesiapan perencanaan dan pengadaan secara menyeluruh.
PLN Enjiniring menjadi bagian penting dalam membangun fondasi proyek yang terstruktur, terukur, dan bankable, baik dari aspek teknis maupun komersial.
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa pendekatan pengadaan terintegrasi ini dirancang untuk mempercepat realisasi proyek energi bersih sekaligus memperkuat daya tarik investasi di sektor ketenagalistrikan nasional.
“Lewat strategi bundling GIGA ONE, pengadaan proyek dilakukan secara konsolidasi dalam satu paket strategis. Hal ini membuat aspek keekonomian proyek jauh lebih bankable, kepastian proyek meningkat, serta proses pengadaan hingga konstruksi menjadi lebih efisien,” ujar Darmawan.
Sementara itu, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menyampaikan bahwa pengadaan PLTS Mentari Nusantara I melalui GIGA ONE merupakan flagship program yang menjadi penggerak awal dalam mendukung target pemerintah membangun PLTS berkapasitas 100 gigawatt.
“Melalui strategi bundling GIGA ONE, PLN menempatkan energi terbarukan sebagai motor pertumbuhan industri nasional. Ini bukan sekadar pembangunan pembangkit, tetapi pengembangan ekosistem industri energi bersih yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” jelas Suroso.
Dalam proyek ini, PLN Enjiniring melakukan survey potensi untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelayakan lokasi PLTS di berbagai wilayah Indonesia. Hasil kajian ini menjadi dasar dalam menentukan konfigurasi proyek yang optimal dari sisi teknis maupun ekonomi.
Selain itu, PLN Enjiniring menyusun dokumen Request for Proposal (RFP) sebagai acuan utama dalam proses tender proyek. Dokumen ini dirancang untuk memastikan transparansi, daya saing, serta meningkatkan minat investor dalam skema pengadaan terintegrasi GIGA ONE.
PLN Enjiniring juga menyusun Harga Perkiraan Engineer (HPE) guna menghasilkan estimasi biaya yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga mendorong terciptanya proses pengadaan yang efisien dan sesuai dengan prinsip value for money.
Direktur Utama PLN Enjiniring, Chairani Rachmatullah, menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan pada tahap awal ini merupakan bagian penting dalam memastikan kesiapan proyek secara menyeluruh.
“PLN Enjiniring hadir tidak hanya sebagai konsultan enjiniring, tetapi sebagai trusted advisor yang memastikan setiap tahapan proyek, mulai dari identifikasi potensi hingga kesiapan dokumen pengadaan, disusun secara komprehensif dan memenuhi prinsip tata kelola yang baik,” ujarnya.
Keterlibatan PLN Enjiniring pada tahap awal ini menjadi faktor penting dalam implementasi proyek PLTS Mentari Nusantara I, sekaligus berkontribusi pada percepatan realisasi target bauran energi baru terbarukan nasional menuju Net Zero Emission 2060.
Dengan pengalaman dan kompetensi di bidang enjiniring ketenagalistrikan, PLN Enjiniring terus berkomitmen menghadirkan solusi enjiniring yang andal, inovatif, dan berkelanjutan dalam transformasi sektor energi nasional.
- Penulis: Redaksi
